“A garden was one of the few things in prison that one could control. To plant a seed, watch it grow, to tend it and then harvest it, offered a simple but enduring satisfaction. The sense of being the custodian of this small patch of earth offered a taste of freedom”.- Nelson Mandela
Yayasan Inisiatif Indonesia Biru Lestari (Yayasan Biru disingkat “YB” dibaca “Waibi”) yang didukung oleh Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) mempersembahkan PRISONMENTARY, sebagai acara pengenalan dan dukungan kegiatan Terapi Hortikultura dan Budidaya Tanaman Hortikultura untuk Narapidana yang dinamakan Napi Berkebun.
GFJA berperan serta dan berkontribusi menyampaikan kegiatan Napi Berkebun kepada masyarakat luas dari sisi foto jurnalistik yang bertujuan membuka wawasan dan pemahaman bahwa peran serta seluruh lapisan masyarakat sangat penting dalam keberhasilan kegiatan tersebut.
Sadar akan pentingnya peran serta dari masyarakat maka Waibi bekerja sama dengan Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjen PAS) berinisiatif memberikan kegiatan yang terintegrasi melalui program Napi Berkebun, program yang menitik beratkan kegiatan berkebun sebagai pembinaan kepribadian yang mengarah kepada terapi mental, serta pembinaan kemandirian untuk pengembangan bakat dan keterampilan, yang ditandai melalui perjanjian kerjasama yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Dengan napi berkebun diharapkan pembinaan kepribadian dan kemandirian dapat menjadi bekal mereka untuk kembali ke masyarakat dan masyarakatpun dapat menerima mereka sebagai individu baru yang bisa berkontribusi dan berguna.
PRISONMENTARY diselenggarakan pada Tanggal 30 Mei 2014, dibuka oleh perwakilan dari Ditjen PAS Kemenkumham RI, dilanjutkan dengan sesi pengenalan program kegiatan Napi Berkebun serta diskusi dari beberapa narasumber, diantaranya Lusi Ismail (Waibi), Ibu Ida Amal (Akademi Berkebun), Oscar Motuloh (Kurator dan Penanggung Jawab GFJA). Acara ini juga turut menampilkan pemutaran photo slide show cuplikan karya fotografi dari fotografer Prabhoto Satrio dan Rahmad Gunawan, yang mendokumentasikan Lapas Klas IIa Pemuda Tangerang sebagai tempat pertama kegiatan Napi Berkebun, serta acara hiburan dari grup band Natural Mystic yang tergabung dari teman-teman komunitas musik di Jakarta.