Pada acara Persiapan Rakor Ditjenpas, WAIBI memperkenalkan diri kepada mitra-mitra terkait serta Unit Pelaksana Tugas (UPT) untuk memperluas jejaring dan memperkuat dampak Program Napi Berkebun. WAIBI telah menyusun dan mengajukan proposal kerja kepada Ditjenpas dan UPT terkait dengan Program Napi Berkebun serta pengarusutamaan Sistem Pangan Regeneratif. Selain itu, sinergi data antara WAIBI dan Humas Ditjenpas dibahas lebih lanjut dalam rapat ini. Dalam sosialisasi rakor, Ditjenpas mengungkapkan keinginannya untuk memproduksi sebuah film dokumenter pemasyarakatan yang mengisahkan kehidupan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama dalam masa tahanannya.
https://www.waibi.id/13-artikel#sigProIdaf92367973
- Kementerian dan Lembaga
- Mitra pembangunan
- Organisasi internasional
- Pelaku usaha
- Institusi pendidikan
- Akademisi
- Komunitas
https://www.waibi.id/13-artikel#sigProId25ba94297c
Festival VeganTarian merupakan wujud kepedulian serta dorongan kepada gaya hidup pangan sehat (LOHAS, Lifestyle of Healthy and Sustainability) khususnya pada jenis pangan yang didominasi dari tanaman. Pangan vegan, tergolong sebagai pangan berkesadaran dan pangan pranik, yang berpihak pada keberlanjutan ekosistem bahan pangannya, tidak hanya sebagai sebuah komoditas bahan pangan.
Pola konsumsi pangan berkesadaran, berkelanjutan, dan bertanggung jawab, merupakan kontribusi dalam proses transformasi sistem pangan. Yang juga terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan / SDGs ke-12, yakni tentang pola konsumsi yang bertanggung jawab.
Ajang VeganTarian ini mempertemukan sejumlah pelaku dalam ekosistem pangan sehat di Indonesia, dan diselenggarakan oleh Yayasan Guangji Indonesia.
WAIBI turut berkontribusi melalui publikasi materi kampanye dan informasi kegiatan seputar ekosistem pangan sehat yang telah dikerjakan dan menjadi atensi selama ini. Juga pada sesi diskusi publik, melalui topik pembahasan literasi buku Mustika Rasa (Komunitas Bambu, 2020) yang dibawakan oleh salah satu pengurus eksekutif kami, Khaerul Anam.
Foto: Sutrisno Jambul
https://www.waibi.id/13-artikel#sigProId0a80cce644
Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ciangir saat ini memiliki Klien Dewasa sebanyak 1030 orang dan Anak sebanyak 10 orang.
Lalu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ciangir memiliki lahan seluas 30 Hektar dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sudah menjalani Pembebasan Bersyarat (PB) saat ini sebanyak 20 orang, WBP tersebut dipekerjakan (Asimilasi) di Lapas Ciangir sampai waktu bebas tiba. Tanaman yang sedang berkelanjutan saat ini adalah singkong, pisang, padi, cabai rawit merah, cabai merah keriting, kangkung, timun suri, dan markisa liar.
Lapas Ciangir juga memproduksi minuman sari buah Markisa liar yang dibuat tanpa bahan pengawet dengan rasa yang sangat khas dari buah markisa tersebut.



.jpg)


















